Usai Hadiri Forum yang Dibuka Presiden Prabowo, LPM UIN Syahada Padangsidimpuan Siap Reorientasi Kurikulum dan Riset Berdampak
Jakarta – Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan (Dr. Muhammad Syukri Pulungan, M.Ps) ikuti Forum Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang secara resmi dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta Convention Center (JCC). Forum nasional ini diikuti sekitar 2.600 peserta yang terdiri atas pimpinan perguruan tinggi, dosen, peneliti, akademisi, serta pemangku kepentingan dari perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak pembangunan nasional melalui penguatan sains, teknologi, riset, dan inovasi. Menurutnya, potensi akademisi dan kampus perlu dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan solusi nyata bagi berbagai tantangan bangsa, sekaligus mendukung terwujudnya kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri untuk merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan. Diskusi difokuskan pada berbagai isu prioritas nasional, antara lain penguatan ekonomi, ketahanan pangan, energi, hilirisasi industri, kelautan, pendidikan, serta pengembangan riset dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Mewakili UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Ketua LPM mengikuti seluruh rangkaian forum dan menyerap berbagai rekomendasi strategis yang dihasilkan dalam sarasehan. Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah perlunya memperkuat link and match antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, sehingga lulusan memiliki daya saing yang lebih tinggi dan mampu menjawab kebutuhan pasar kerja.
Selain itu, forum juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas penelitian dan inovasi di perguruan tinggi agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi mampu menghasilkan produk, teknologi, maupun kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan nasional.
Menindaklanjuti hasil sarasehan tersebut, LPM UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan akan melakukan kajian ulang terhadap implementasi sistem penjaminan mutu internal, khususnya pada aspek kesesuaian capaian pembelajaran lulusan dengan kebutuhan industri, penguatan kurikulum berbasis kompetensi, serta peningkatan mutu penelitian dan inovasi di lingkungan universitas. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing lulusan sekaligus meningkatkan kontribusi UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan dalam mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
”Sarasehan Kebangsaan ini menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi untuk memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi atas berbagai persoalan bangsa. Bagi LPM UIN Syahada, berbagai kebijakan yang disampaikan akan menjadi masukan strategis dalam memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal serta mendorong peningkatan kualitas akademik yang berkelanjutan”